[1 Day Trip] Melaka : Tiny Old Town

As random as it seems, we visited Malacca and it turned out to be one of the highlight of our trip. Melaka atau Malacca, sebuah kota kecil di Malaysia, ternyata menarik banget untuk dikunjungi.

Banyak yang tanya, kok random, tiba-tiba ke Melaka? Jadi ceritanya kami memang gak mau terlalu lama di Singapura dan Kuala Lumpur. Tadinya mau ke Penang, tapi terlalu jauh jadilah pilihannya jatuh di Melaka.

Melaka terletak di bagian Barat pesisir pantai Malaysia, kira-kira 2 jam perjalanan darat dari Kuala Lumpur dan 4 jam dari Singapura. Gak salah kota bersejarah ini sering jadi tujuan weekend gateway.

Kami berangkat dari Singapura dengan bis yang langsung menuju Melaka, harganya 25 SGD. Bis dari provider 707 Inc membawa kami menuju Melaka melewati jalan tol.

Perjalanan cukup lancar meskipun sempat terkena macet, tapi sebentar kok. Seingat saya bis berhenti 3 kali, yaitu di imigrasi Singapura, imigrasi Malaysia, dan di rest area.

Singkat cerita, we’ve arrived in Malacca! Karena sudah sore jadi kami hanya jalan-jalan sekitar hotel. The real city tour started the day after~

Enaknya di Melaka, spot yang menarik kebanyakan letaknya berdekatan. Jadi memang cocok eksplor kota kecil ini dengan jalan kaki. Saya sengaja pilih hotel yang dekat tempat-tempat tersebut.

melaka-10
Sungai Melaka yang jadi salah satu daya tarik utama kota ini

melaka-14

Dutch Square

Melaka merupakan kota yang punya banyak sekali situs bersejarah. Kota ini sempat diduduki Portugis, Belanda, hingga Inggris, sebelum akhirnya Malaysia merdeka.

Kota Melaka bahkan mendapat predikat World Heritage Centre dari UNESCO. Area utama yang punya banyak situs bersejarah tersebut disebut Dutch Square.

Pagi hari kami berjalan kaki menuju Dutch Square. Dari kejauhan sudah kelihatan bangunan berderet berwarna merah tua yang mencolok, itulah Stadthuys atau city hall dalam bahasa Belanda lama.

Stadthuys ini awalnya digunakan sebagai kantor gubernur di masa kolonialisme Belanda sekitar tahun 1650. Sekarang bangunan luas ini dimanfaatkan untuk berbagai museum. Di bagian depan, terdapat sebuah menara jam dan gereja tua yang juga berwarna merah tua.

Berjalan menyusuri Stadthuys, kami sampai di A Famosa, benteng yang dibangun oleh Portugis. Sebetulnya yang ada sekarang hanya reruntuhannya saja. Dari benteng tersebut yang tersisa hanya gerbang bernama Porta de Santiago.

Tepat di belakang A Famosa, terdapat tangga yang langsung menuju St. Paul Church, gereja yang dibangun di abad 15, menjadikannya gereja tertua di Malaysia dan Asia Tenggara.

Gereja yang terletak di atas bukit St. Paul ini juga pernah dijadikan sekolah oleh St. Francis Xavier. Patung St. Francis bisa ditemukan di bagian depan reruntuhan gereja St. Paul.

Tak banyak yang tersisa dari gereja ini, hanya ada bagian fasad dengan dinding bata yang terekspos. Di dalam gereja terdapat ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai makam.

melaka-11

melaka-12
Stadthuys
melaka-13
Christ Church at Dutch Square
melaka-16
The Clock Tower
melaka-5
In front of A Famosa ruins
melaka-6
inside A Famosa
melaka-4
up up up to St. Paul hill~
melaka-3
ruins of St. Paul Church
melaka-15
in front of St. Paul Church, my sister’s OOTD pic ._.
melaka-1
St. Xavier statue

 

Jonker Walk

Setelah puas jalan-jalan di Dutch Square, kami menuju Jonker Walk.

Jonker Walk jadi tempat yang tepat untuk cari oleh-oleh dan jajanan khas Melaka~ Sepanjang jalan berderet toko souvenir dan oleh-oleh, ada juga beberapa cafe. Bangunan di jalan ini juga merupakan bangunan lama lho.

Tiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, jalan Jonker Walk ditutup kemudian menjadi pasar malam! Pas banget kami kesana di hari Sabtu. Deretan booth menjajakan berbagai barang jualan, dari makanan, baju, aksesoris, bahkan ada booth fortune teller!

melaka-7
Jonker Walk starts from here
melaka-8
Night market at Jonker Walk

Kalau ada rencana ke Malaysia, sempatkan deh ke Melaka. Kota ini relatif kecil, jadi cukup lah untuk kunjungan 1 hari.

Oh ya, satu hal yang harus dicatat. Makanan di Melaka itu enak-enak. But I will write about foods in Melaka on separate post. So, later! 😀

Iklan

Penulis: Adissa Mahani

A traveler who also happen to be a designer, writer, and animal lover.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s