Ironi di Balik Indahnya Danau Air Biru

Saya tertegun sejenak berdiri di tepi tebing kapur berwarna putih. Di depan saya ada lubang yang sangat besar. Menganga seperti kawah, membentuk danau dengan air yang sangat biru. Itulah Danau Air Biru, sebuah keindahan dengan kisah ironis di baliknya.

Danau Air Biru baru setahun ini naik pamor sebagai objek wisata di Bangka. Danau ini berada di Desa Air Bara, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Letaknya tidak jauh dari pusat kota, hanya 1 jam perjalanan dari kota Pangkal Pinang.

air-biru-1

Birunya danau seperti cermin

DCIM107GOPROGOPR3820.

Danau Air Biru juga disebut Camoi Aek Biru oleh masyarakat setempat. Sesuai namanya, danau ini punya air yang warnanya betul-betul biru.

Tempat seperti ini memang bukan satu-satunya. Ada beberapa tempat serupa di pulau Bangka meski luasnya lebih kecil. Di pulau Belitung juga ada danau Kaolin yang sudah lebih dulu terangkat namanya.

Meski begitu, warna air danau di tempat-tempat tersebut tidak sama. Contohnya saja di danau Air Biru. Sebetulnya ada 3 danau di area ini, tapi ada 2 danau yang paling luas dan letaknya bersebelahan. Meskipun bersebelahan, warna airnya berbeda.

DCIM107GOPROGOPR3811.

Danau lain yang berada di satu area, warna airnya biru toska!

DCIM107GOPROGOPR3822.

Danau dengan warna air yang berbeda meskipun letaknya bersebelahan

Danau Air Biru kelihatannya seperti fenomena alam, keindahan yang diciptakan Yang Maha Kuasa. Padahal ada kisah di baliknya yang membuat saya miris. Ya, danau Air Biru sebetulnya adalah bukti eksploitasi alam oleh manusia.

Dulunya tempat ini adalah tempat penambangan timah dan kaolin. Tapi kemudian ditinggalkan begitu saja. Permukaan tanah yang dikeruk membentuk kawah, kemudian mengapur menjadi tebing.

Kawah tersebut kemudian menampung air dan terbentuklah danau. Sisa-sisa mineral membuat air di danau ini memiliki warna. Biasanya berwarna biru atau biru toska.

DCIM107GOPROGOPR3828.

Hamparan pasir di sekitar danau Air Biru

Kepulauan Bangka dan Belitung sejak dulu dikenal akan timah yang melimpah. Penambangan timah dan kaolin yang dimulai dari zaman kolonial, dilakukan tanpa henti dan tanpa batasan.

Hingga kemudian harga timah merosot drastis. Penambangan dihentikan, bekas tambang ditinggalkan begitu saja.Kini yang tersisa hanya kisah kejayaan di masa lampau dan bopeng-bopeng di wajah pulau Bangka dan Belitung. Ironis memang.

Danau Air Biru ini memang indah, sayangnya hanya dinikmati sebagai objek wisata (dan foto-foto), bukan sebagai pembelajaran.

Seharusnya ini jadi pengingat untuk manusia yang sudah terlalu banyak membuat kerusakan di bumi ini.

air-biru-6

Gundukan pasir yang mengapur dan membentuk tebing

air-biru-7

Tebing yang mengelilingi danau, cukup tinggi bukan?

Tips:

  • Untuk menuju danau Air Biru, harus menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Jalan masuk kesini pun belum bagus, masih berlubang. Dari jalan utama, tidak ada tanda atau petunjuk apapun, jadi sebaiknya datang dengan yang memang tahu jalan, atau banyak bertanya supaya tidak nyasar.
  • Hati-hati saat berjalan di sepanjang tebing karena rawan longsor. Berjalanlah di tengah-tengah, jangan terlalu ke pinggir. Disarankan pakai sepatu apalagi kalau mau berkeliling.
  • Pakai topi dan sunglasses kalau kesini siang hari. Panasnya bisa sangat terik dan hanya ada sedikit tempat berteduh.
  • Meskipun ada yang bilang kalau air disini aman, saya sih gak yakin karena ini bekas tambang.. jadi sebaiknya jangan berenang disini.
  • Hanya ada 1 warung di area ini yang menjual minuman dan makanan kecil. Bawalah makanan sendiri, tapi sampahnya dibawa lagi ya..
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s