Mudahnya Dapat Visa Jepang

Beberapa tahun belakangan, sebagian besar orang – termasuk saya – masih bingung soal cara pengurusan visa. Belum lagi banyak cerita tentang betapa sulitnya mendapatkan visa ke beberapa negara, contohnya Amerika. Tapi ternyata, untuk mendapatkan visa tidak semenakutkan itu. Semakin kesini, makin banyak negara luar yang dengan mudah memberikan visa untuk kita warga negara Indonesia. Apalagi kalau negara tersebut punya hubungan diplomatik yang baik dengan Indonesia.

Pengalaman saya sendiri soal visa memang belum banyak. Untuk perjalanan saya sendiri, saya baru pernah mengurus visa untuk ke Jepang. Meskipun banyak yang bilang kalau mendapatkan visa Jepang itu mudah, tetap saja saya deg2an. Kalau sampai tidak dapat visa, wah bisa bubar jalan semua rencana yang sudah disusun dari tahun lalu.

Datang ke Kedutaan Jepang

Masih ingat cerita saya subuh2 mengurus e-paspor? Yep, kenapa saya bela2in bikin e-paspor memang karena ada hubungannya dengan visa Jepang. Sejak 2014, pemegang e-paspor bebas visa ke Jepang! Judulnya memang bebas, tapi tetap harus datang ke kedutaan Jepang. Sekitar bulan Juni 2015, saya dan teman2 seperjalanan datang ke kedutaan Jepang untuk mengurus visa.

Saat itu e-paspor saya masih fresh from the oven alias baru terbit, cuma berbekal stempel dari perjalanan terakhir ke Bangkok. Untuk pembuatan visa dengan e-paspor, hanya perlu membawa paspor asli dan visa waiver yang sudah diisi.

Pagi2 saya janjian dengan teman2 untuk datang ke Kedutaan Besar Jepang di daerah Thamrin. Pengurusan visa dimulai pukul 9 pagi. Sampai di lokasi, langsung saja masuk lewat pintu besi yang ada di depan. Jangan lupa titipkan KTP di loket untuk dapat ID Card, supaya dibolehin masuk hehe. Setelah itu ada security check, kemudian masuk ke ruangan tempat pengurusan dokumen yang ada di lantai dasar. Langsung saja ambil nomor antrian.

Tak lama menunggu, nomor saya pun dipanggil untuk ke salah satu loket. Lalu langsung saja kasih paspor dan visa waiver yang sudah diisi, setelah itu oleh petugas akan dikasih tanda terima untuk nanti dibawa saat visa diterbitkan. Saya pun disuruh datang lagi keesokan harinya. Biasanya untuk pembuatan visa ada wawancara, tapi kalau ini tidak ada sama sekali. So overall prosesnya cepat, gak sampai 5 menit.

visa waiver

Penampakan visa waiver

Hari Pengambilan Visa

Besoknya, saya datang lagi ke Kedubes, kali ini setelah jam makan siang. Ya, jadwal pengambilan visa memang mulai pukul 1, jadi percuma kalaupun datang pagi2.
Jam 1 saya kembali lagi, wah sudah penuh aja. Ambil nomor antrian lagi, gak lama kemudian nomor saya dipanggil.

Untuk pengambilan boleh diwakilkan, asalkan ada tanda pengambilan yang asli. Saya sekaligus ambilkan untuk teman2 saya. Setelah kasih tanda pengambilan, petugas langsung menyerahkan paspor yang sudah ditempel stiker visa dan dibubuhi cap. Aaah lihat stempel nya saja rasanya sudah senang 😀

visa

Stiker dan cap di dalam paspor kami 😀

Untuk pengguna e-paspor, visa ini berlaku selama 3 tahun untuk 15 hari kunjungan. Jadi selama 3 tahun itu, bebas bolak-balik Jepang, asalkan tidak menetap lebih dari 15 hari.
Peraturan baru untuk e-paspor ini memang jadi sangat memudahkan. Mudah2an selain Jepang, negara2 lain juga ikut membebaskan visa untuk warga negara Indonesia ya.

Useful info:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s