Nyubuh Demi E-Paspor

Ada yang bilang urusan administrasi di Indonesia itu ribet, gak praktis. Yah, ada betul dan salahnya sih. Karena pengurusan berkas yang lumayan memakan waktu, banyak yang menggunakan jasa calo atau agen, termasuk untuk mengurus paspor.

Saya sendiri baru punya paspor tahun 2011. Saat itu saya datang langsung ke kantor imigrasi kota Bogor, semuanya saya urus sendiri tanpa menggunakan jasa. Ya begitulah, antri berjam-jam dan harus 2 kali balik. Tapi toh akhirnya paspor pertama saya jadi juga.

Kali ini saya akan cerita pengalaman saya perpanjang paspor, yang membuat saya standby subuh2 di depan kantor imigrasi …

image

Sehubungan dengan trip ke Jepang nanti, paspor saya harus diperpanjang karena masa berlakunya habis di Desember 2015. Paspor memang punya masa berlaku yaitu 5 tahun sejak tanggal dikeluarkannya paspor. Sedangkan saya akan pergi di bulan Agustus, 4 bulan sebelum habis masa berlaku. Peraturannya pemegang paspor tidak boleh melakukan perjalanan ke luar negeri setelah masuk 6 bulan menjelang habis masa berlaku. Jadilah saya wajib perpanjang paspor.

Setahun kemarin, ada kabar mengenai bebas visa ke Jepang. Wah, kebetulan banget. Syaratnya, harus punya e-paspor. Judulnya aja sih yang bebas. Kita tetap harus daftar ke kedutaan Jepang, tapi dengan syarat yang lebih mudah. Untuk lebih jelasnya lihat di website Ditjen Imigrasi.

Dulu saya gak ngerti bedanya e-paspor dan paspor biasa, kecuali harga e-paspor itu dua kali lipat paspor biasa, dan ada chip di bagian depan. Bentuknya sih masih berupa buku kecil itu. Setelah baca2, saya jadi tahu kalau pemegang e-paspor bisa langsung menggunakan gate otomatis, jadi tidak perlu lewat counter imigrasi. Ini karena chip tadi, jadi e-paspor hanya tinggal di-tap di gate otomatis. Serupa dengan kalau kita naik kereta atau Transjakarta. Sayangnya gate otomatis ini di Jakarta baru ada di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta saja.

Karena bebas visa Jepang, saya pun memutuskan akan membuat e-paspor. Tapi di bulan Februari, ada kabar kalau e-paspor habis! Gak ngerti juga kenapa bisa habis.. Saya jadi harus ganti rencana, bikin paspor biasa lagi. Bulan Mei, saya pun datang ke kantor imigrasi (kanim) cabang Bogor. Niatnya hanya mau ambil formulir, supaya besok saat datang lagi hanya tinggal bawa berkas2. Saat saya sedikir curhat soal e-paspor yang habis, mas2 petugasnya bilang “E-paspor sudah ada lagi kok, tapi hanya bisa di tempat2 tertentu.” Waaah, langsung saat itu saya konfirmasi lagi ke kanim Jakarta Selatan via telepon, dan iya, e-paspor sudah tersedia lagi!

Besoknya, saya berangkat pagi2 sekali ke kanim Jaksel. Kenapa di Jaksel? Karena kanim Jaksel lokasinya paling familiar buat saya, jadi gak perlu pakai acara nyasar dulu. Setelah berdesak-desakan di kereta, dari stasiun Kalibata saya cepat2 naik ojek menuju lokasi. Sampai disana, antrian sudah mengular seperti antrian orang mau nonton konser… Lalu saya tanya sama petugas di depan, ambil nomor antrian di sebelah mana. Bapak petugas menjawab “Wah nomornya sudah habis, besok saja datang lagi.” -_________-.
Bapak itu menyarankan untuk coba ke kanim Jakarta Barat karena biasanya lebih sepi. Ah daripada saya sampai sana sudah siang dan pasti gak dapat nomor antrian, besok saja saya balik lagi. Setelah bilang saya mau balik lagi besok, si bapak bilang “besok datang sebelum jam 5 ya, kalau lebih dari jam 5 bisa2 gak dapat lagi.” 😐
Ohya sebelum pulang, saya menyempatkan fotokopi semua berkas, jadi besok saya hanya tinggal antri saja.

Percobaan ke-2…

Kali ini saya berangkat dari rumah saudara saya di Kemanggisan. Saya berangkat pukul 4 pagi, daripada kejadian kemarin terulang lagi, ya gak? Jalanan masih sepi, langit juga masih gelap. Sampai disana, ternyata sudah ada 3 orang yang antri O_O Kami mengantri di luar gerbang, karena gerbangnya baru dibuka pukul 5 (saya yakin petugasnya juga belum bangun…)

Akhirnya gerbang dibuka, barulah kita antri di depan pintu gedung. Prosesnya baru akan mulai pukul 7, kami dibolehkan duduk (di lantai) atau meninggalkan berkas kita untuk penanda antrian. Saya sih malas pergi2, akhirnya duduk saja disitu, tapi karena bosan dan haus jadi sempat pergi sebentar.

Setelah menunggu dari langit gelap sampai sudah terang, pintu gedung dibuka. Petugas imigrasi memberikan penjelasan terlebih dahulu. Gak lama, kami dipersilahkan ke lantai atas. Sampai di atas, berkas kami diperiksa dulu sebelum ambil nomor antrian. Bapak petugas menunjuk kartu keluarga saya, yang ternyata belum dicap! Tapi saya disuruh lanjut saja. Deg2an juga kalau nanti akhirnya dipermasalahkan… Tapi yasudahlah, coba aja. Gak percuma saya nyubuh di imigrasi, saya dapat antrian nomor 4!

Antriannya sih nomor 4, tapi rasanya lamaaaa sekali.. Mungkin karena saya sudah bosan dan ngantuk. Sambil menunggu nomor saya muncul di layar TV, saya sempat ngobrol dengan mbak2 di samping saya, supaya gak tambah bosan.

Akhirnya nomor saya muncul! Saya pun masuk ke ruangan yang isinya sekitar 10 counter, yang masing2 berisi 2 petugas. Rupanya setelah kita menyerahkan berkas, kita akan langsung difoto, tanpa harus menunggu lagi. Ah syukurlah. Saya kebagian di counter dengan ibu2 petugas bertampang jutek. Saya langsung menyerahkan berkas2, dan untungnya Kartu Keluarga saya gak dipermasalahkan.

Setelah sekitar 15 menit, ibu2 itu pergi. Lalu saya disuruh pindah kursi ke depan petugas satu lagi, untuk foto dan wawancara. Gak seperti wawancara sih, karena mbak2 petugas ini hanya bertanya “Mau pergi kemana?”, gak pake nanya yang lain2… Saya pun disuruh foto dan scan kesepuluh jari saya. Setelah itu, saya dikasih blangko untuk pembayaran paspor. Karena sistem nya sedang offline, saya disuruh membayarkannya di BNI setelah pukul 1. Saya lalu dipersilahkan keluar. Ternyata di dalam ruangan itu gak sampai setengah jam lho.

Seminggu kemudian…

E-paspor saya siap diambil! Kali ini gak perlu antri, karena ada counter khusus pengambilan paspor. Kita cukup memberikan tanda terima pembayaran, menunggu sebentar, nama kita pun dipanggil lagi untuk mengambil paspor baru sekaligus paspor lama. Pengambilannya juga waktunya bebas, tidak perlu nyubuh lagi deh πŸ˜€

Memang ya, bikin paspor itu cuma lama di antri.. Sebetulnya bukan syaratnya yang ribet, hanya antri nya saja yang bikin malas, capek, dan menguras waktu. Tapi saya sih lebih memilih ngurus sendiri selama masih memungkinkan, daripada harus bayar calo.

Note: Seminggu setelah saya mengurus paspor, daftar e-paspor sekarang sudah bisa lewat online. Jadi gak perlu nyubuh2 lagi…… 😧

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s